Tuesday, December 15, 2015

Betapa Berartinya Kuota Internet di kala Susah Ini

Tiga tahun terakhir, saya selalu berfoya-foya dengan murahnya tarif internet. Ya mungkin sekitar 50-75 persen waktu bangun saya dipegang oleh internet. Banyak yang bisa saya lakukan dengan internet mulai dari browsing berita, buka social media, download, belajar, streaming YouTube dan game online COC yang selalu menyita diri saya setidaknya lima menit setiap jam. Bagi saya ini sudah biasa, tapi saya yakin sebagian besar orang yang  melihat saya seperti itu benar-benar luar biasa miriss.

Untung saya tipe orang yang 'agak' kreatif walau nggak sehebat kamu yang sedang membaca postingan saya ini. Setidaknya internet selalu saya gunakan untuk hal-hal positif dan produktif. Ya, saya membeli kuota internet dari hasil uang dari internet. Walaupun yang saya dapat nggak seberapa, setidaknya duit yang ada dalam dompet nggak tergerus gara-gara si kuota.

Tapi itu dulu, beberapa bulan belakangan ini walaupun saya masih menghasilkan duit dari internet, tapi mau nggak mau kalau beli pulsa harus ditambah dengan uang yang ada di kantong demi membeli paket internet yang pas dengan pemakaian sehari-hari. Bahkan duit internet nggak cair sama sekali, terpaksa menggunakan 100 persen uang di dompet atau langsung beli dengan saldo ATM.

Harga paket internet yang dulunya mengelus-elus sekarang mulai mencekik bagi saya. Ditambah lagi pelayanan provider yang suka labil bahkan suka menjebak pelanggannya. Pernah 2 kali pulsa saya kebobolan 40 ribu gara-gara kuota habis. Padahal niatnya pengen tambah kuota menggunakan pulsa tadi. Tapi yah... apa boleh buat, namanya juga bisnis, kadang nggak peduli pelanggan, yang penting mereka untung..

Sekarang saya mengakses internet menggunakan kuota 300 MB dengan harga 10 ribu. Untuk pemakaian standar, kuota segitu hanya bertahan paling lama 3 hari saja. Mengingat smartphone zaman sekarang butuh aliran data yang terus bertambah banyak, menurut saya harga paket internet segitu sangat tidak wajar. Kuota internet itu sekarang ibarat bensin, smartphone akan sangat kurang berguna jika tanpa internet.

Semenjak saya langganan dengan paket internet recehan ini, saya jadi ingat Opera, browser internet yang memiliki fitur kompresi data. Sebelumnya saya lebih nyaman menggunakan Google Chrome karena stabilitas loading halaman website yang lumayan oke dan gambar yang jernih namun boros kuota. Walaupun Google Chrome juga punya fitur data compression, namun tetap saja nggak sehemat Opera.

Beralih ke browser lain itu menurut saya sama kayak pindah rumah. Butuh waktu untuk bisa terbiasa menggunakan Opera browser. Tapi setelah terbiasa, saya benar-benar merasakan manfaat menggunakan Opera Browser. Dan sekarang penggunaan data buat browsing internet bisa dihemat hingga 72 persen. Tapi tetap saja, nggak cuma browser yang butuh koneksi internet. Hampir semua aplikasi butuh koneksi internet seperti aplikasi sosial media dan aplikasi pesan instant.

Mengingat hal itu, Opera pun mengeluarkan produk terbarunya bernama Max. Mendengar kata Opera di ranah digital tentu sangat identik dengan browser internet yang irit data. Tetapi, Max bukan browser. Melainkan aplikasi yang dirancang untuk mengkompres data sebelum di download oleh aplikasi-aplikasi yang ada pada smartphone.

Aplikasi apa saja yang bisa dihemat data oleh Max? Tentunya aplikasi yang suka mendownload konten multimedia (gambar/video) seperti Facebook,Twitter, Instagram, YouTube dan aplikasi lainnya. Pihak Opera pun mengklaim Max bisa menghemat penggunaan paket data hingga 60 persen atau lebih.

Namun sayangnya, Opera Max ini nggak cocok untuk perangkat "wifi only". Saya sudah mencoba menginstall aplikasi ini pada tablet yang nggak ada slot Sim card nya. Max data saving otomatis dimatikan jika perangkat terdeteksi menggunakan koneksi WiFi. Dan yang pasti, Max nggak akan bekerja sama sekali jika nggak ada koneksi apapun. Akan tetapi, mengingat kebanyakan smartphone menggunakan jaringan selular tentu aplikasi ini menjadi superhero bagi kuota internet kita.

Jadi kesimpulannya adalah, jika kamu mengalami nasib yang sama dengan saya (beli kuota internet recehan), sangat direkomendasikan untuk menginstall dan menggunakan produk aplikasi dari Opera .Inc. Dengan browser Opera, dijamin kamu bakal puas browsing tanpa kuatir kehabisan kuota.

3 comments:

Isrofi Achmad said...

Kalau saya terbiasa dengan kuota internet volume bulanan mas, karena saya pakainya smart. Emang sih dibanding negara-negara lain Indonesia masih ckup mahal.

Bang Entin said...

Sebenarnya harga internet di Indonesia terbilang wajar sih mas, hanya saja perekonomian WNI kebanyakan menengah kebawah (mungkin begitu) :)

Kresnoadi DH said...

Wanjrit seru nih. Gue juga salah satu pengguna opera gara-gara iritnya itu. Hahaha. Max ini entah kenapa gue jadi inget pied piper ya. \:p/