Monday, November 23, 2015

Harga Paket Internet XL Suka Labil Kayak ABG

Setelah lebih dari seminggu saya nggak posting, selama ini saya dibikin resah sama internet provider yang saya pakai yaitu si biru XL Axiata. Kalau dipikir-pikir operator inilah yang paling lama jadi tempat langganan saya, sudah hampir 3 tahun. Karena dulu harganya benar-benar bersaing dengan operator lain.

Namun seiring berjalannya waktu, harga paket internet terus naik, dan hal itu mulai membebani saya. Tentunya dari segi keuangan yang notabene saya masih banting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi. Tapi saya juga butuh internet. Karena dengan adanya internetlah, tanpa dengan berat hati saya dengan mudahnya mencari ilmu, menambah wawasan, dan galauan.

Jenis paket internet XL yang menjadi favorit sejak pertama kali menggunakan XL yaitu paket super ngebut. Waktu itu harganya benar-benar murah gila bagi saya, hanya dengan 49 ribu saya sudah dapat kuota sebanyak 11GB pada jam 12 malam - 12 siang dan 1GB pada jam 12 siang - 12 malam. Dengan paket tersebut saya jadi puas untuk browsing bahkan streaming YouTube. Namun belakangan ini harganya terus melambung, harga paket internet tersebut naik menjadi 80 ribu pada bulan lalu. Dan sekarang harganya naik lagi menjadi 85/90 ribu. Karena kemahalan, saya sekarang menggunakan paket setengahnya dengan kuota sebanyak 5GB untuk jam 12 malam - 12 siang dan 500MB untuk jam 12 siang - 12 malam. Harganya yang dulunya murah meriah cuma Rp. 20 ribu, awal tahun 2015 naik menjadi 25 ribu, 30 ribu, 40 ribu, dan sekarang harganya 45 ribu. Paket yang 5,5GB ini bagi saya paling cuma bertahan seminggu.

Karena paket super ngebut merupakan paket yang berbasis kuota, saya juga menggunakan SIM XL yang satu lagi untuk paket internet unlimited (worry free). Paket internet yang satu ini juga punya history perubahan tarif, pertama kali saya menggunakannya saya merasa puas dengan kuota FUP sebanyak 2GB dengan harga cuma 49 ribu perbulan. Namun pada awal tahun 2015 harganya naik seribu, namun kuota FUP diturunkan menjadi 450MB saja. Dan sekarang harga paket internet ini naik lagi menjadi 60 ribu.

Jadi, strategi bisnis XL ini ala-ala Tiongkok. benar-benar sukses membuat pelanggannya ketergantungan dengan harga paket internet yang sangat menggiurkan, kemudian pelan-pelan mereka menaikkan harga untuk mendapat laba yang banyak.

Kemarin saya kembali melakukan komparasi harga paket internet XL dengan operator lain. Salah satu operator yang saya rasa lebih murah daripada XL adalah Indosat. Dengan jenis-jenis paket yang agak mirip dengan XL, tapi harganya sedikit lebih murah pastinya.

Tadinya sih kepincut mau move on dari XL ke Indosat, tapi sayangnya jaringan Indosat di daerah saya masih mentok di GPRS. Kalah telak dibanding XL yang sudah HSPA+. Akhirnya saya kembali menggunakan XL dan sekarang saya harus bijak dalam menggunakan kuota internet agar tidak cepat habis.

Jadi itulah curhat saya pada postingan kali ini, daripada saya nggak posting sama sekali. Karena domain blog ini juga beli, mubazir dong kalau nggak diisi postingan sam sekali. Hehe..

Btw kalau kamu punya saran untuk paket internet murah tapi memuaskan, silakan tulis di kolom komentar ya.
Salam kuota.

1 comment:

DedyAkas Website said...

Wah... masa sih gan... XL suka labil kayak ABG...
Kalau saya dari dulu punya kartu selalu pakai Indosat... hehehe :D
Untuk perihal kartu XL saya nyimak dulu... :)
Salam,