Pages

Saturday, July 7, 2018

Matakuliah Teknik Informatika Semester 1 (Ganjil)


ilustrasi - mahasiswa baru via profesi-unm
Sebelumnya selamat buat adik-adik yang telah lulus untuk menjadi Mahasiswa baru di kampus atau universitas favorit masing-masing, Semoga Indonesia terus dianugerahi generasi penerus yang berilmu, beriman dan beradab. Amiin

Pada artikel ini saya akan membagikan khususnya kepada mahasiswa Teknik Informatika (secara saya juga anak TI) matakuliah apa saja yang akan dipelajari nantinya. Tentu sebagian besar kamu yang nyasar ke blog ini penasaran dan pengen cepat-cepat mulai perkuliahan 'kan? iya, kalo udah mahasiswa libur lama banget cuyy, hampir 3 bulan. beda dengan kita waktu masih sekolah dulu.

Oke langsung ke pembahasan pokok. Untuk matakuliah Teknik Informatika Semester 1 (ganjil) di kampus saya terdapat 10 buah matakuliah dengan total 24 SKS (bukan sistem kebut semalam, ya).
Mata kuliah tersebut antara lain:
1. Algoritma dan Pemrograman 1 (3.00)
2. Bahasa Indonesia (2.00)
3. Bahasa Inggris 1 (2.00)
4. Elektronika Dasar (2.00)
5. Kalkulus (3.00)
6. Matematika Diskrit (3.00)
7. Paket Program Aplikasi 1 (2.00)
8. Pendidikan Agama (2.00)
9. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (3.00)
10. Pengantar Teknologi Informasi (2.00)

Jadi itulah mata kuliah yang saya masukkan ke dalam KRS waktu masih di semester 1 (2016), setiap perguruan tinggi mungkin punya ketentuan yang berbeda-beda.

Mungkin beberapa dari kamu bertanya, kenapa ada mata kuliah yang harusnya bukan di teknik informatika seperti Bahasa Indonesia, Agama, PPKn? Itu adalah mata kuliah wajib. Jadi begini, kuliah bukan sekedar mendalami skill atau ilmu pengetahuan tertentu saja.

Kuliah bertujuan membentuk pola pikir kita sebelum kita terjun ke tengah masyarakat dan dunia kerja. Berhubung baru jadi mahasiswa, maka mata perkuliahan tersebut sangat penting untuk membentuk kemanusiaan dan jiwa sosial kita.

Jika ada angka setelah nama mata kuliah, seperti Algoritma dan Pemrograman 1. Maka kemungkinan pada semester berikutnya kamu akan menemukan lanjutan dari mata kuliah tersebut.

Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Friday, June 29, 2018

Apa Google Lupa Dengan Aplikasi Blogger for Android?


Ini adalah blog. Dimana orang bisa bebas mengekspresikan imajinasinya melalui tulisan. Seiring berkembangnya zaman, semua layanan yang dulunya hanya berbasis web sekarang bisa diakses lebih mudah dan praktis menggunakan aplikasi di smartphone. Termasuk aplikasi Blogger ini.

Untuk menjaga kenyamanan dan meningkatkan pengalaman penggunanya, developer tentu akan melakukan pembaharuan terhadap aplikasi buatan mereka.

Kebanyakan aplikasi di Play Store selalu memberikan update setiap minggunya, kadang kita tidak begitu paham pembaruan apa yang didapatkan setelah kita update. Tapi yang pasti developer akan terus melakukannya agar aplikasi buatan mereka selalu aman.

Sebenarnya keinginan developer untuk mengupdate aplikasi mereka tergantung seberapa banyak yang masih mau pakai. Jika aplikasinya tidak laku, biasanya aplikasi mereka ditarik dari pasar.

Namun tidak bagi aplikasi yang satu ini, Blogger for Android. Terakhir saya menggunakan aplikasi ini empat tahun lalu di Samsung Galaxy Young (layar kecil bingit), Sekarang aplikasi ini saya install lagi di Xiaomi Redmi 3S

Setelah 4 tahun berlalu, saya merasa aplikasi ini tidak ada perubahan. User Interface yang sangat sederhana, tidak ada penambahan fitur-fitur yang kekinian. Berikut ini bentuk antarmuka blogger untuk Android:

1. Halaman awal


Pada halaman awal terdapat opsi kita mau pakai blog yang mana, tombol bergambar pensil untuk membuat entri baru, tombol kamera untuk membuat entri baru dengan mengambil gambar terlebih dahulu, paling kanan ada tombol opsi lainnya.

Jadi aplikasi ini terkesan keren seperti misalkan ada momen atau kejadian penting di depan mata, kita tinggal jepret, tulis, publish.

Kemudian di bawahnya terdapat daftar entri dengan tiga kolom kategori; semua, dipublikasikan dan draf.

2. Entri Baru

Ketika mau nulis blog, kita disuguhi dengan antarmuka yang sangat praktis. Sayangnya, untuk zaman sekarang tampilan aplikasi ini kalah keren dengan tampilan pada saat update status di sosial media.

Tadinya saya mau nulis lewat aplikasi tersebut, namun gagal.

Disitu saya menyimpulkan, Google sepertinya lupa dengan keberadaan aplikasi ini mengingat banyaknya aplikasi Google lainnya yang dibutuhkan banyak orang.

Faktor lainnya yaitu populasi blogger yang kalah dibandingkan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dll.

Hal itu disebabkan karena masalah kepraktisan dan jenis konten yang disukai pasar. Pada zaman 4G orang lebih suka streaming video ketimbang membaca artikel di suatu blog. Namun bukan berarti blog benar-benar ditinggalkan, karena berbeda dengan sosial media yang kebanyakan hanya berupa update status, sedangkan blog kebanyakan menawarkan informasi yang lebih bermanfaat.