Friday, October 30, 2015

Kenapa Sih! Orang Kaya Semakin Kaya, Sedangkan Yang Miskin Semakin Miskin?

Hidup ini, bro.. Nggak kerja nggak makan. Itu kalimat yang cocok untuk menggambarkan kehidupan kita yang hanya bisa untuk memenuhi kehodupan sehari-hari yang begitu sulit dan bahkan ada yang hidupnya sampai gali lobang tutup lobang.
Zaman semakin maju, semakin banyak persaingan,semakin tua, dan yang pasti hidup ini keras (bukan kata saya, sih). Pekerjaan semakin sulit didapatkan dan kebutuhan pokok tentunya semakin mahal. Sehingga lengkaplah sudah penderitaan hidup ini.

Nggak semua orang bernasib buruk, ada juga yang hidupnya nggak perlu banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya bahkan kekayaan yang dimilikinya terus membukit tanpa hambatan.

Memang begitu kenyataannya, Tuhan sudah menetapkan takdir hamba-Nya masing-masing. Namun kita nggak bisa menyalahkan Takdir karena sebenarnya takdir tergantung nasib dan kita bisa merubahnya. Jadi, semua itu terjadi karena proses yang panjang dari hidup yang sudah kita jalani sebelumnya.
Kembali ke judul, Kenapa orang kaya bisa semakin kaya? Saya menulis artikel ini karena pada kasusnya, nggak sedikit orang yang menyalahkan golongan orang kaya atas kemiskinannya. Menyalahkan orang lain dan takdirnya sendiri tanpa meninjau apa yang telah dilakukannya agar bisa lebih baik ke depannya. Dengan postingan kali ini, semoga kita bisa merubah cara pandang ke arah yang positif dan memotivasi. #ciee...

Jadi, inilah alasannya kenapa orang kaya semakin kaya sedangkan orang miskin semakin miskin (referensi: e4-Blog).

1. Mereka membelanjakan uangnya sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Tahukah Kamu, kebanyakan barang yang dibeli orang kaya seperti mobil, gadget canggih, pakaian mewah, properti kelas premium dan asih banyak lagi. Sebenarnya itu merupakan tuntutan kebutuhan mesti dipenuhi oleh mereka untuk menunjang kehidupan dan kesuksesan mereka.

Namun, nggak sedikit di antara kita yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah juga ikut-ikutan dan nggak mau kalah untuk mengikuti tren ataupun hanya untuk pelampiasan rasa iri. Dengan penghasilan yang pas-pasan, kita suka memaksakan diri untuk membeli barang yang sebenarnya kita nggak membutuhkannya. Padahal mereka (orang kaya) sebelum berbelanja terlebih dahulu sudah mempertimbangkan mana yang mereka butuhkan dan mana yang hanya "pengen" saja, jadi mereka berusaha membelanjakan uangnya secerdas mungkin. Bukan "yang penting beli".

2. Mereka akan selalu sadar, harta yang dimilikinya nggak akan bertahan lama.

Jadi, mereka menyadari akan hal itu. Dan mereka benar-benar menyadari pentingnya menabung untuk kebutuhan yang tak terduga. Mereka juga betul-betul mencamkan kata pepatah "hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin".

Pada kasusnya orang yang kemampuan finansialnya pas-pasan suka lupa dengan pepatah singkat tersebut, apalagi ketika kita mendapat rezeki lebih. Baru akan sadar ketika keuangan mulai menipis. Ujung-ujungnya malah menuding Tuhan memberikan kita rezeki nggak lebih nggak kurang alias pas-pasan.

Kebanyakan kita (ekonomi menengah kebawah) sering mengurungkan niat menabung dengan alasan pendapatan kecil dibanding kebutuhan yang banyak, sehingga kita beranggapan orang seperti kita kalau nggak nabung itu sah-sah saja. Nah, inilah kenapa yang miskin semakin miskin. Karena hanya mementingkan hidup sekarang daripada masa depan.

3. Mereka hobi berinvestasi

Selain rajin menabung, orang kaya juga gemar berinvestasi yang menjadi salah satu "pipa" untuk mengalirkan uang ke rekening. Jadi, jangan heran kalau mereka akan terus bertambah kaya.
Jika di mata kita mereka suka berfoya-foya dengan membeli barang mewah seperti tas kulit Hermes misalnya, atau yang lebih umum yaitu emas, sebenarnya itu adalah berapa wujud dari investasi mereka. Mereka membeli barang yang memungkinkan untuk dijual dengan harga yang berlipat ganda pada masa yang akan datang. Dengan cara ini mereka juga dapat menambah pundi-pundi keuangan mereka.

Sedangkan yang miskin lebih suka membeli barang yang penting bisa digunakan dan dinikmati sampai barang itu akhirnya rusak.

4. Mereka tidak mau terpaku pada satu sumber pemasukan saja.

Orang kaya yang semakin kaya, selalu berusaha mencari pemasukan tambahan dari beberapa sumber. Misalnya mereka nyambi dengan cara berjualan atau lainnya. Beda dengan orang yang semakin miskin, hanya bisa menuntut kenaikan gaji di tempatnya bekerja. Atau mereka malas mencari pemasukan tambahan dengan alasan nggak sangguplah, nggak meyakinkan lah. Apalah-apalah...

5. Mereka selalu punya perencanaan untuk kedepannya

Ketika orang lain (si miskin) memikirkan permasalahan yang dialaminya kemarin, mereka (si kaya) selalu mengatur rencana untuk masa yang akan datang. Jadi mereka merasa mantap dan siap untuk menjalani hari esok.

6. Mereka berani menolak ajakan teman untuk bersenang-senang ketika keuangannya sedang menipis

Sahabat merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia. Tapi, nggak semua teman bagus untuk dijadikan sahabat. Jika teman hanya bisa membuat kita terjerumus ke dalam kesenangan semata, sebaiknya jangan segan untuk menolak ajakannya. Jangan takut dibilang sombong.

Beda dengan orang miskin yang semakin miskin, yang punya motto "bersenang-senang walaupun tak punya uang". Sehingga mereka (si miskin) nggak peduli seberapapun susahnya mereka, yang penting masih bisa bersenang senang.

Ingat, bro.. orang sukses adalah orang yang mau menunda kesenangannya.

Setelah baca postingan saya kali ini, semoga sobat bisa mengubah pola pikir dan cara pandang terhadap orang-orang kaya yang semakin kaya. Bukan mereka yang membuat hidup kita susah, melainkan dari kita sendiri. Oleh karena itu marilah kita introspeksi diri kita masing-masing dan timbalah ilmu seluas samudra. Dengan ilmu, jangankan untuk menjadi kaya, kita bahkan bisa merubah dunia. #ciee..

Jika tulisan ini layak, jangan segan untuk share ke teman-temanmu agar mereka yang suka negatif thinking terhadap orang kaya bisa sadar. Tapi jika tulisan ini jelek, mohon masukannya berupa kritik atau saran melalui kolom komentar.
See You :)

2 comments:

Ibrahim M.Pd.I said...

terkadang saya juga masih bingung mas :D

Nehand Bjn said...

Karena orang kaya pada umumnya sudah ada semacam usaha yang bisa menghasilkan pundi pundi income tiap bulannya yah mas. heheheee