Friday, August 28, 2015

Mengenal Kelenjar Getah Bening dan Pengobatannya

Halo sobat, kali ini saya ingin berbagi pengetahuan atas apa yang pernah saya alami beberapa bulan lalu, dulu saya pernah mengalami pembengkakan pada bagian kiri leher. Setelah saya coba cari tahu di Google, bahwa kemungkinan "kecil" yang saya alami adalah sejenis kanker, yaitu kelenjar getah bening. Tapi Alhamdulillah, ternyata leher saya cuma karena mulai gemuk namun belum jadi. Dan ukuran badan saya bisa dibilang masih ideal. :D

Kelenjar getah bening yaitu gumpalan jaringan, kira-kira sebesar kacang dan merupakan 'sarang' bagi banyak sel darah putih. Kelenjar ini terdapat di seluruh tubuh dan juga merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Kelenjar getah bening membengkak ketika tubuh kita merespon terhadap infeksi atau peradangan. Kelenjar getah bening juga bisa membengkak dalam penyakit autoimun seperti rematoid artritis dan juga kanker. Pembengkakan akan berhenti seiring kondisi tubuh pulih dari penyakit. Pada umumnya, bagian tubuh yang biasanya mengalami kondisi ini adalah ketiak, daerah di bawah dagu, pangkal paha, dan leher.

Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi ringan biasanya akan pulih sendiri. Namun jika Anda mengalami kondisi-kondisi seperti:

-Kelenjar terasa keras saat dipencet.
-Kelenjar membengkak tanpa sebab yang jelas walaupun ketika kondisi Anda sedang bugar.
-Kelenjar telah membengkak lebih dari dua minggu.
-Tubuh mengalami demam yang tidak kunjung mereda.
-Tubuh mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
-Sakit tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas.

Saya sarankan untuk memeriksa diri anda ke dokter.

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening, salah satunya yaitu infeksi internal atau infeksi di sekitar kelenjar yang bengkak. Infeksi semacam ini biasanya tidaknbersifat menyebar ke bagian tubuh lain. Kelenjar yang membengkak di area tersebut akan terasa lunak dan bisa terasa sakit. Contoh umumnya meliputi infeksi telinga, abses gigi, pilek, radang pita suara, radang amandel, dan infeksi kulit selulitis.

Selain infeksi internal/lokal, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, misalnya campak Jerman dan demam kelenjar. Rubella adalah virus yang menyebabkan campak Jerman. Biasanya virus ini menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian leher, kepala, dan belakang telinga. Sedangkan untuk kondisi demam kelenjar biasanya pembengkakan terjadi pada daerah leher.

Ada beberapa penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang termasuk jarang dialami orang, antara lain:

Penyakit Lupus, yaitu penyakit ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sendi, organ, kulit, dan sel darah sehingga penderitanya mengalami nyeri, rasa lelah, dan ruam pada kulit.

Rematoid artritis, sama seperti penyakit lupus, namun pada kondisi ini yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh hanyalah jaringan yang melapisi sendi. Akibatnya penderita menjadi sulit bergerak dan mengalami gangguan pada tulang dan tulang rawan.

Campak, yaitu kondisi yang menyebabkan kulit penderitanya muncul bintik-bintik berwarna merah ataupun cokelat.

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang termasuk mematikan

Ada kalanya ketika benjolan itu bukanlah pembengkakan kelenjar getah bening yang biasa, tapi merupakan tanda perkembangan atau penyebaran kanker dari jaringan organ ke kelenjar getah bening. Tanda-tanda  kanker sebagai penyebab suatu pembengkakan adalah:

Benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit dan terasa keras saat disentuh.Benjolan akan secara perlahan-lahan bertumbuh dan semakin membesar .

Selain kanker, kondisi berbahaya yang juga menyebabkan pembengkakan kelenjar adalah infeksi darah. Penderita infeksi darah akan merasa sangat sakit dan lemas. Penderita juga akan mengalami demam tinggi disertai tubuh yang menggigil. Infeksi darah ini disebabkan oleh bakteri yang biasanya berasal dari makanan yang tidak higienis. Oleh karena itu, penderita akan membutuhkan perawatan di rumah sakit secepatnya.

Sebelum melakukan pengobatan, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Diagnosis tersebut akan dilakukan berupa beberapa tes berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien.

Riwayat kesehatan akan ditanyakan dokter untuk mencari tahu penyebab pembengkakan kelenjar getah bening. Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik di area benjolan agar mendapatkan petunjuk mengenai penyebabnya. Dokter akan memeriksa ukuran, tingkat kelunakan, kehangatan, serta tekstur dari benjolan tersebut.

Jika kanker dicurigai sebagai penyebab benjolan, terlebih lagi jika pembengkakan telah berlangsung selama dua minggu, pemeriksaan darah akan dilakukan. Tes ini dilakukan untuk membedakan penyebab benjolan seperti infeksi dari kanker.

Jika masih belum jelas, dokter akan menyarankan pemeriksaan gambar dengan X-ray atau pun CT scan. Melalui pemeriksaan ini, sumber infeksi penyebab pembengkakan dapat diketahui, bahkan tumor pun dapat terdeteksi.

Jika penyebab terjadinya pembengkakan masih belum diketahui, metode biopsi akan dilakukan. Dalam prosedur ini, sedikit sampel dari benjolan itu akan diambil dan diperiksa melalui mikroskop.
Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya reda setelah kondisi yang menyebabkannya berhasil diatasi. Oleh karena itu pengobatannya pun bergantung pada kondisi-kondisi tersebut.

Untuk infeksi yang disebabkan oleh virus (seperti halnya dengan campak Jerman dan demam kelenjar), Anda hanya perlu minum banyak cairan, beristirahat, dan meringankan gejalanya dengan obat-obatan yang dapat dibeli langsung di apotik, seperti parasetamol dan ibuprofen.

Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik akan membantu. Untuk kondisi yang tergolong serius, seperti infeksi darah, pasien akan perlu dirawat di rumah sakit.

Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh (misalnya rematoid artritis dan lupus), maka pengobatan akan ditargetkan langsung pada kondisi yang mendasarinya tersebut.

Untuk kanker, pengobatan akan tergantung pada jenis kanker tersebut. Selain dengan obat-obatan yang dikonsumsi, umumnya penanganan kanker melibatkan prosedur kemoterapi, radiasi, atau operasi.

Jika Anda berusia setengah baya atau lebih tua, jika mengalami pembengkakan secara terus-menerus pada area leher segera periksa diri ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) . Karena jenis kanker lainnya, seperti kanker tenggorokan, bisa menjadi penyebab pembengkakan tersebut.

Salam sehat.
(Alodokter)

1 comment:

Dwi Sugiarto said...

Memang kita jadi was was jika ada benjolan dibadan sebaiknya sih periksa ke dokter untuk memastikan berbahaya atau tidak