Sunday, July 26, 2015

Pengalaman Pahit Lebaran

Pada hari raya Idul Fitri kemarin saya merayakannya tidak dengan semangat. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang saya lakukan pada saat lebaran adalah melakukan aksi "balas dendam" maksudnya, setelah sebulan berpuasa saya ingin sekali menyantap semua kue-kue manis yang saya datangi. Namun tak sesuai rencana, 2 hari terakhir puasa kerongkongan saya terasa panas dan sariawan. Gigi saya pun agak terasa sakit kemudian iseng saya pijat dengan harapan rasa sakitnya reda.
Namun, hari semakin malam dan gusi saya semakin membengkak dan tonjolan bengkaknya kelihatan dari luar. Semalaman saya tersiksa rasa sakitnya sampai tubuh menggigil dan demam.
Keesokan paginya saya merasa sulit menganga karena ada bengkak yang mengganjal pada gusi saya. Lalu saya coba buka paksa mulut saya lebar-lebar tanpa mempedulikan rasa sakit yang benar-benar luarbiasa rasanya, kemudian saya tekan gusi yang bengkak dengan lidah karena otot lidah lebih kuat dari otot manapun. Setelah itu di sela-sela gigi dan gusi saya yang paling belakang keluar cairan kental berwarna kuning kemerahan yang sudah dipastikan itu adalah nanah.
Gara-gara apa yang saya derita ini, lebaran jadi terasa tidak bermakna bagi saya. Pulang sholat Id biasanya berkunjung ke rumah semua sanak family. Pada lebaran-lebaran sebelumnya puluhan rumah saya kunjungi untuk bersilaturahmi, sedangkan lebaran kemarin hanya 9 rumah yang saya kunjungi. Habis itu saya tidur seharian di rumah.
Itulah kisah sedih saya pada lebaran tahun ini. Jadi, apakah penyebab gusi bisa bernanah?
Kemudian saya menyadarinya kalau sebelumnya saya berbuka terlalu banyak mengkonsumsi yang manis-manis. Penyebab gusi bengkak sangat berkaitan dengan gigi dan mulut. Gigi yang kurang terawat menyebabkan menumpuknya sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi dan menjadi sarang kuman yang berakibat pada gigi menjadi berlubang dan infeksi.
Untuk mengobati gusi berdarah atau bernanah ini, saya mencoba berkumur dengan air garam beberapa kali sampai setengah gelas. Rasanya yang asin kelewat batas itu membuat bibir saya tambah dower. Namun cara pertama ini malah membuat gusi saya bertambah sakit dan malamnya semakin membengkak.
Hari berikutnya saya coba berkumur dan minum air kelapa tua. Cara kedua ini cukup berhasil mengurangi pembengkakan pada gusi walaupun saya masih sulit membuka mulut saya.
Fase penyembuhan, saya menyiapkan cairan mouthwash dan tablet hisap vitmin C.
Bagi Anda yang belum terkena penyakit yang satu ini, cegahlah dengan cara merawat kebersihan gigi dan mulut. Hindari makanan atau minuman manis yang berlebihan. Dan konsumsilah maks. 500 mg Vitamin C setiap hari demi menjaga kekebalan tubuh Anda agar tidak rentan terkena penyakit dalam.

No comments: