Saturday, May 16, 2015

Beginilah Tulisan Gue Ketika Ide Muncul Dadakan

Entah, gue lagi bingung aja malam ini. Gue matikan lampu, berbaring di atas kasur, tangan disandarkan ke jidat sambil menatap langit-langit rumah. Kebanyakan malam-malam gue suka banget merenung dan bermalas-malasan. Tanpa mengerjakan apapun. Mungkin karena lelah aja kali, ya. Secara gue petani, gitu.

Beberapa menit kemudian, muncul copian nyawa gue yang ada gelang bercahaya di atas kepalanya, dan bertanya. "Hai, Yasreel! Kenapa engkau tidak melakukan apa-apa?". Tapi gue tetap cuek dan merenung. "Hai, Yasreel! Lihatlah di mejamu, gadget sedang menganggur!". Terus, gue lihat ke arah meja belajar. Ternyata benar, gadget gue sedang menganggur.

Gue pun mulai bangkit, duduk. Tapi pas gue mau berdiri, kagi gue ditahan oleh copian nyawa gue yang lain, bentuknya bertanduk dan dia punya kembaran. Yang satu menahan kaki gue yang hendak berdiri dan satunya lagi mendorong dada gue dan kemudian gue terbaring lagi. Seraya dia berkata "kenapa pula engkau ke situ? Kalo malam waktunya tidur!!! Bukan main gadget!".

Baru jam setengah delapan gue berkali-kali menguap karena saking ngantuknya. Untungnya terdengar suara Adzan dari musholla terdekat, nyawa-nyawa duplikat gue tadi kabur entah kemana. Mungkin mereka itu setan yang mau ngajak ribut sama gue. Kemudian gue keluar dari kamar mau berwudhu, dan sholat Isya.

Usai sholat rasa kantuk gue jadi reda, gue duduk di depan meja belajar. Kedua gadget gue yang sedang nganggur tergeletak, gue nyalain keduanya. Setelah keduanya terkoneksi ke internet, tiba-tiba keduanya ditimpa bertubi-tubi notifikasi dari berbagai aplikasi sosial. Tapi sayangnya notifikasi-notifikasi itu nggak terlalu penting untuk dibaca karena di BBM hampir semuanya berupa pesan broadcast ngiklan, di Facebook hampir semuanya undangan game dari mantan (calon) gebetan, di twitter rata-rata akun robot yang auto mention ke gue, sedangkan di instagram apalah-apalah, kalian pasti juga tau, kan. Semua orang pada ngiklan, Hufft.....

Setelah semua aplikasi sosial gue periksa, gue buka game CoC. Entah kenapa gue merasa wajib banget untuk memeriksa keadaan desa gue, entah karena gue punya jiwa kepemimpinan, atau gue nya aja yang dijajah sama game besutan Super cell ini. Karena tukang lagi pada sibuk upgrade bangunan, kemudian gue keluar dari game dan mulai browsing.

Situs yang biasanya gue browse dan udah menjadi langganan sehari-hari yaitu seperti Detik, Kompas, Okezone, Teknoup, Viva dan situs berita lainnya. Sayangnya situs-situs berita kebanyakan meliput berita yang sama yang beda tipis pada kalimat-kalimatnya. Jadi bikin gue jenuh, dan rasanya otak gue kayak menampung air dengan keranjang sampah. Apapun yang gue baca dari situs-situs berita ini masuk ke otak gue, tapi keluar kemana-mana. Pokoknya sama lah dengan masuk telinga kanan keluar di telinga kiri.

Lalu, setelah bosan ngeluncur sana ngeluncur sini, gue mau periksa pendapatan AdSense gue. Ow em ji, gue gak bisa banyak berharap. Penghasilan gue perbulan cuma cukup untuk beli dua bungkus Samporeena. Untungnya gue bukan perokok. Kalo seandainya pendapatan gue satu-satunya hanyalah dari GA, maka sudah dipastikan kalian gak akan liat muka gue yang ganteng ini lagi.

Tapi kalo seandainya gue tipikal orang yang suka nekat dan over kreatif,  mungkin kalian akan melihat rumah gue (lebih tepatnya rumah ortu) diupgrade jadi dua tingkat. Seperti yang sudah banyak dimilike oleh pemain-pemain sukses berkat kegigihan mereka dalam bermain GA.

Karena gue nggak mau terpaku terlalu lama melihat laporan pendapatan gue, termotivasi gue untuk memeriksa dasbor blog. Jumlah postingan gue pada blog ini masih bisa diitung dengan jari gue sendiri. Pantesan, ya. Nasib blog gue nggak maju-maju. Posting artikel aja malas.

Gue analisa penyebab kemalasan gue ini. Beberapa detik gue langsung sadar akan penyebabnya. Yaitu karena gue nggak punya laptop yang enak buat urusan ngeblog, kedua gue jarang berkunjung ke blog-blog lain, dan yang ketiga gue jadi bosan karena hal yang dua ini.

Setelah itu gue kumpulin lagi pecahan-pecahan semangat dalam diri gue dan mulai berkunjung ke blog orang. Google mempertemukan gue dengan blog Juragan Cipir, gue terkagum, seorang wanita bisa sehebat itu dalam mengelola blog. Gue jadi malu, tapi bukan gengsi. Kalo gue gengsi, mungkin gue nggak akan bolak-balik mengunjungi blognya dan semangat seperti sekarang dalam menulis blog.

Dari blog yang dikelola oleh Mbak Indri Lid, gue jadi banyak belajar tentang bagaimana caranya sukses ngeblog, cara menjadi pemain GA dengan baik, cara menulis artikel, dan pokoknya komplit dan sangat menginspirasi. Berkat Blog JuraganCipir, gue juga dipertemukan dengan blogger-blogger lainnya yang juga sukses memotivasi gue untuk melanjutkan aktivitas ngeblog.

Dan gue pun juga baru tahu bahwa, apapun profesi orang, mau guru, polisi, pilot, pramugari, buruh, petani bahkan pengembala bebek semuanya bisa jadi Blogger yang sukses asalkan ada kemauan dan ketekunan. Semenjak itu, gue mulai lupakan cara lama, gue mulai membangun jati diri, dan sekarang gue akan semakin rajin posting dan juga berkunjung ke blog-blog lain atau istilahnya blogwalking. :)

Aku sudahi dulu tulisan gue kali ini soalnya ini cuma ide dadakan yang harus gue tulis secepatnya tanpa pikir panjang. Kalo ada tulisan yang nggak enak/aneh dibaca mohon kritik dan sarannya. Terima kasih telah membaca sampai di sini, berarti anda adalah orang yang pengertian sama pasangan. Uhuy!! :D

4 comments:

Mukhamad Sholikudin said...

Curhat ni mas hahaha, inspirasi memang bisa datang dari manapun.

Agus Purwantoro said...

bro jujur ane suka tulisan ente dan blog ente ane pengunjung setia blog ente, keep post gan.

Yasreel Martin said...

Ah, bisa aja.. ane jadi malu! Wkwkwk..
Makasih mas udah berkunjung

Yasreel Martin said...

Gue mah gitu orangnya, apa-apa suka kebawa curhat :D