Skip to main content

Belanja Online


Ciee belanja online, adik gue ngeledek setelah bapak kurir yang mengantar paket buat gue tadi pergi. Ya, gue sekarang memang sudah keranjingan belanja online. Karena para distributor majang fotonya keren-keren banget, jadi seolah-olah barang yang ada di foto itu lebih keren dibanding barang yang kita liat langsung di toko. Kenapa gue sekarang lebih suka belanja online? itu karena gue merasa kayak keluar masuk toko sana-sini bebas banget, tanpa ada yang jagain, tapi barang yang dipajang nggak bisa nyolong juga, kayak toko konvensional. Ya iyalah, yang dipajang cuma gambarnya doang.


Pertama kali gue kenal belanja online tuh awalnya gue ragu, sama kayak kalian semua. Pertama kali gue ngunjungin salah satu toko online terbesar di Indonesia yang juga punya cabang di beberapa negara tetangga. Nggak usah disebutin nama tokonya, takutnya pihaknya nggak mau mensponsori. Haha.. Dunia emang penuh perhitungan (preet..).

Pada toko tersebut menawarkan ongkos kirim gratis yang bikin gue jadi tambah semangat ngebolak-balik laman katalog buat liat barang-barang yang bikin mata ijo terus. Setelah gue memantapkan pikiran buat beli sebuah barang yang tersedia di toko online tersebut, gue mikir lagi. Alamat gue tuh terpencil --dalam maksud bukan tinggal di tempat yang jauh dan sepi, masih belum rame kayak di kota-kota-- jadi gue bingung nulis alamat pengirimannya kayak gimana. Lalu gue coba liat KTP dan gue tulis aja alamat selengkap-lengkapnya yang tertulis di KTP tadi. Nah, data-data gue pun udah selesai disimpan ke database toko online tersebut.

Kemudian lanjut ke pembayaran, disini yang bikin gue super deg-degan. Karena gue bakal mentransfer duit lebih dari sejuta, buat gue itu nominal tinggi banget bagi sekelas gue. Dengan menyebut nama Allah, mulai gue masukin debit card ke mesin ATM dan mencet-mencet tombolnya. Setelah duit gue melayang ke sana, serius gue dibikin super galau deh pokoknya!

Setelah pembayaran, gue diharuskan untuk mengkonfirmasi pembayaran. Gue pikir konfirmasi pembayarannya ribet banget, di situ yang bikin gue makin panik. Karena gue diharuskan juga mengupload foto bukti transfer, yaitu lempar kertas kecil yang dapat dari ATM tadi. Kendalanya kamera henpon gue gak mumpuni buat motret lembar kertas yang tulisannya kecil banget. Di atas panik masih ada panik, gue mulai pasrah. Sejam kemudian gue cek email, ada inbox dari situ --toko online yang bersangkutan-- katanya pesanan gue udah valid dan dilanjutkan ke warehouse. Malamnya email gue inbox lagi dari situ, katanya barang sedang diantarkan oleh kurir dan gue dikasih kode untuk melacak pesanan via JNE. Sedikit tenang jadinya.

Gue mesannya hari senin, hari-hari gue kepikiran terus sama barang yang gue beli secara online itu. Sampai sabtu akhirnya ada orang dari kantor JNE ngirim SMS. Gue disuruh menjemput barang langsung ke kantor JNE. Lho, kok nggak kurirnya langsung ke rumah gue?? Orang JNE itu menjelaskan, alamat yang gue tulis keliru. Makanya biar masalah gak diperbesar ya mending titip di kantor yang berdomisili aja. Alamat yang gue tulis seperti ini : Kec. Pulau Punjung Kab. Dharmasraya Kel. Sikabau Jorong. Tanjung Salilok. Ternyata yang jadi kekeliruan itu Jorong Tanjung Salilok. Jadi karena Jorong itu baru diresmikan belum lama, makanya kurir belum kenal Jorong Tanjung Salilok.

Beberapa bulan kemudian gue belanja online lagi, di toko online kecil --belum besar kayak tempat belanja gue sebelumnya-- alamatnya gue bikin sama cuman gue ilangin jorongnya. Takutnya kurir nggak tau lagi dimana tuh jorong. Seminggu kemudian gue ditelpon kurir yang ngantar barang pesanan gue buat nanyain alamat rumah gue. Sekarang kurirnya udah hafal alamat rumah gue, lho. Jadi gak perlu telpon-telponan lagi, hehe..

[Bersambung, gue ngantuk. tapi masih ada yang mau gue sampein...di postingan berikutnya aja deh...]

Comments

Popular posts from this blog

5 TIPS / CARA MEMBUJUK ORANG TANPA TERLIHAT MEMAKSA

Meyakinkan orang lain bukan soal siapa yang paling keras bicara. Tapi siapa yang paling halus menyentuh logikanya tanpa bikin dia sadar sedang dibujuk. Kita semua pernah ada di posisi ini: Punya ide bagus, niat tulus, atau ajakan yang logis banget tapi orang yang kita ajak justru makin defensif. Padahal, menurut Robert B. Cialdini dalam buku Influence: The Psychology of Persuasion, saat seseorang merasa “dipaksa” bahkan untuk hal yang baik otaknya otomatis aktifkan resistensi. Itu artinya: semakin kita terlihat ingin meyakinkan, semakin besar kemungkinan ditolak. Jadi, kuncinya bukan di kalimat yang rumit, tapi di cara menyampaikannya. Berikut ini 5 strategi halus tapi ampuh, biar kamu bisa membujuk orang tanpa harus maksa, ngegas, atau debat kusir: 1. Ajukan Pertanyaan, Bukan Pernyataan Alih-alih bilang: “Menurutku kamu harus lebih disiplin.” Coba: “Kamu sendiri ngerasa gak sih akhir-akhir ini waktumu kebuang ke mana-mana?” Dalam buku Never Split The Difference karya Chr...

Contoh SK Penetapan Panitia Proktor, Pengawas, dan Teknisi ANBK Tahun 2023

Ilustrasi Contoh SK Penetapan panitia ANBK,  Contoh SK Penetapan Pengawas ANBK,  Contoh SK Penetapan Proktor ANBK,  Contoh SK Penetapan Teknisi ANBK untuk jenjang Sekolah SD, SMP, SMA, SMK dan Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024. Musim Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) akan dimulai pada Bulan Juli s/d Oktober. Dengan waktu yang cukup lama tersebut, Satuan Pendidikan harus benar-benar mempersiapkan berbagai hal yang dapat mempengaruhi nilai Satuan Pendidikan itu sendiri. Agar asesmen dapat terlaksana dengan baik, tentunya dibutuhkan tim yang terdiri dari Kepala Sekolah, Proktor, Pengawas, dan Teknisi. Tim ANBK ini akan diresmikan melalui SK yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah/Satuan Pendidikan. SK Penetapan ini juga menjadi syarat untuk Satuan Pendidikan mengikuti ANBK. Disini saya akan membagikan contoh SK Penetapan Panitia dan Tim Pelaksanaan ANBK 2023. KOP SURAT ------------------------------------------------------------------------------------------------------...

Hobi Hunting Foto? Pentingnya Memahami Segitiga Eksposur dalam Fotografi

Ponakan saya Baru punya kamera? Atau punya teman yang punya kamera, terus dia minta kamu fotoin dia? Perlu kamu pahami kalau memotret pakai kamera DSLR atau Mirrorless tidak bisa asal jepret saja. Kamu harus bisa mengatur fokus, angle, dan pencahayaan. Kan sayang kalau yg punya kamera motoin kamu bagus, giliran kamu motoin yang punya kamera hasilnya mengecewakan, huhu.... Oleh karena itu, penting banget buat kamu menguasai yang namanya Segitiga eksposur baik kamu yang punya “kamera bagus”, ataupun nggak punya sekalipun. Segitiga eksposur adalah konsep dasar dalam fotografi yang menggabungkan tiga elemen penting: aperture (bukaan lensa), shutter speed (kecepatan rana), dan ISO (sensitivitas sensor). Pemahaman yang baik tentang segitiga eksposur adalah kunci untuk menghasilkan foto yang diinginkan dalam berbagai kondisi pencahayaan. Mari kita bahas setiap elemen dari segitiga eksposur ini secara lebih mendalam. 1. Aperture (Bukaan Lensa) Aperture mengontrol seberapa banyak cahaya...