Program ‘Berita Islami Masa Kini’ Trans TV Kena Sanksi KPI Setelah Membahas Larangan Bacaan Al Fatihah untuk Orang Meninggal

Setelah membuat heboh di media sosial dan diberitakan berbagai media internet, program ‘Berita Islami Masa Kini’  yang di Trans TV mendapat sanksi tertulis dari KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan sanksi teguran tertulis kedua untuk program “Berita Islami Masa Kini” setelah tayangannya pada 1 September 2015 yang lalu banyak mendapatkan pandangan negatif. Ketika itu Teuku Wisnu dan Sazkia Adya Mecca sebagai host,  membahas tentang larangan muslim melafalkan surah Al-fatihah kepada orang yang telah meninggal.
berita islami masa kini

Saat itu Sazkia menyebutkan bahwa membacakan Surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal tidak dicontohkan oleh Rasulullah, oleh karena termasuk dalam perbuatan bid’ah. Teuku Wisnu kemudian menambahkan, mengirimkan bacaa Al-Fatihah untuk orang yang telah meninggal juga tidak ada dalilnya dan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
Kedua host program ‘Berita Islami Masa Kini’ di Trans TV tersebut langsung mendapatkan komentar negatif dari netizen. Ada yang menuntut keduanya untuk meminta maaf secara terbuka kepada kaum muslimin karena telah membawa masalah khilafiyah menjadi perdebatan publik.
Menurut KPI, program acara tersebut dapat menyinggung dan menimbulkan kesalahpahaman karena adanya perbedaan pandangan atau paham dalam agama Islam. Hal ini  sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS), dimana suatu program siaran tidak boleh mempertentangkan ajaran dan pemahaman baik intra maupun antaragama. Apalagi sampai mengklaim paling benar sendiri sembari menyalahkan pihak lain. Demikian penjelasan Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad seperti dikutip dariTribunnews.
Idy juga menambahkan, setelah surat teguran tertulis ini, Trans TV agar lebih berhati-hati dalam menayangkan program yang berkaitan dengan agama. Program yang ditayangkan seharusnya tidak menyinggung paham yang berbeda dalam satu agama atau menyinggung agama lain. Idy juga mengingatkan agar seluruh Lembaga Penyiaran patuh pada P3 dan SPS KPI Tahun 2012 yang menjadi acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran.

Comments

Dwi Sugiarto said…
Kalau yang beginian KPI cepat tanggap padahal belum tentu salah karena dalam islam sendiri banyak perbedaan pendapat kalau ukurannya cuma karena banyak yang protes saya rasa kurang tepat justru dari sinilah masyarakat jadi tau bahwa ada pendapat tersebut karena saya yakin tengku wisnu berkata menurut pendapatnya sendiri

Popular posts from this blog

Karakter Manusia yang Mirip dengan Binatang

Kuota Kenyang Download dari Tri

Paket Data Selular Masih Ada yang UNLIMITED?