Harga Karet Kian Mengkhawatirkan, Pasar Domestik Jadi Harapan

Penurunan harga karet di tingkat yang terus menerus berlangsung sangat mengkhawatirkan para petani. Pemerintah harus mendorong hilirisasi industri lokal untuk menyerap karet petani.

Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) meminta pemerintah menyediakan pasar dalam negeri sebagai solusi menghadapi anjloknya harga ekspor sejak pertengahan tahun 2014.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gapkindo Sumsel Alex K Edy, mengatakan, suplai karet ke luar negeri yang mencapai 3 juta ton per tahun harus dikurangi karena harga terus merosot akibat membludaknya pasokan di luar negeri akibat penurunan ekonomi di negara pengimpor karet yakni Tiongkok dan India.

"Gakindo telah beberapa kali pertemuan dengan Menteri Pedagangan dan Menteri Perindustrian terkait dengan pasar dalam negeri ini, sejauh ini respons sangat positif sekali mengenai keinginan beralih ke industri hilirisasi karet," kata Alex di Palembang, Minggu (10/5/2015).

Ia mengatakan, pemerintah akan memberikan pasar dalam negeri seiring dengan keberpihakan pada sektor infrastruktur sehingga sejumlah bahan baku berbahan karet dapat di serap di dalam negeri.

Berbagai produk hilirisasi itu yang siap dihasilkan pengusaha karet, seperti pembuatan aspal, dok kapal, sistem antigempa gedung dan rel kereta api yang menggunakan bantalan karet, dan bahan untuk pintu air irigasi.

Untuk tahap awal, Gapkindo menargetkan sebanyak 600 ribu ton karet diserap di pasar dalam negeri atau meningkat dari sebelumnya hanya 450 ribu ton.

"Tinggal bagaimana cara pemerintah agar industri hilirisasi ini bisa tumbuh karena bahan bakunya sudah ada," kata dia Menurutnya suplai ke luar negeri harus dikurangi karena kini muncul tiga negara baru pengekspor karet Laos, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja yang disebut-sebut memiliki kualitas getah karet lebih baik dari Indonesia.

"Harga semakin turun dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani, jika tidak ada intervensi dari pemerintah untuk mengatasi persoalan ini maka bisa jadi ke depan tidak ada lagi yang mau menanam karet," ujar dia.

Sementara itu, harga karet di tingkat petani berkisar Rp17.000 per kg untuk karet kering 100 persen, sedangkan jika kadar keringnya tidak mencapai 100 persen mencapai Rp5.000-Rp8.000 per kg.

Pada tahun 2011 lalu, harga karet harga karet sempat melambung dengan mencapai 5 dolar AS per kg seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok yang menembus angka 9,2.

Comments

Popular posts from this blog

Karakter Manusia yang Mirip dengan Binatang

Kuota Kenyang Download dari Tri

Paket Data Selular Masih Ada yang UNLIMITED?